Bagaimana Cara Mengurus Pajak Untuk Usaha Kecil

Cara mengurus pajak untuk pelaku usaha kecil menjadi pengetahuan yang sangat wajib untuk siapa saja yang melakukan bisnis usaha, karena memulai bisnis usaha bukan cuma sekedar untuk mencukupi kebutuhan pasar saja, akan tetapi harus mengurus perpajakan bisnis usaha dengan sangat teliti. Keharusan mengenai perpajakan di Indonesia sendiri tentunya sangat berlaku bagi semua wajib pajak tanpa terkecuali baik itu pelaku pengusaha kecil umkm, pedagang Kecil, maupun korporasi.

Pajak Pelaku Usaha kecil atau UMKM

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018, penghasilan usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) bersifat final dengan tarif 0,5 persen dari peredaran bruto. Tarif ini berlaku pada pelaku pengusaha kecil atau UMKM online maupun offline.

usaha pemerintah menurunkan nominal pembayaran tersebut yaitu dengan berharap dapat membantu mengembangkan para pelaku usaha bisnis UMKM dan juga untuk menjaga arus kas yang dimiliki para pelaku bisnis usaha, agar dapat digunakan sebagai tambahan modal untuk melanjutkan usaha. Bersumber pada perubahan tujuan dan peraturan tersebut sebenarnya tidak ada lagi alasan untuk para pelaku bisnis UMKM untuk tidak menjalankan kewajiban perpajakannya, karena kebijakan pemerintah menurunkan sebesar 0,5% yang diharapkan dapat merevolusi mental dari para pelaku bisnis untuk lebih disiplin dalam melaporkan pajak atas usaha yang dimilikinya denga tarif yang bisa dibilang cukup rendah, seharusnya semua pelaku bisnis tidak memanfaatkan hal tersebut untuk menunggak atau malah membuat laporan palsu atas peredaran bruto yang dimiliki para pengusaha dan seharusnya para pelaku bisnis menjadikan  sebagai kesempatan yang bagus untuk melaporkan pajaknya secara jujur dan sesuai peraturan.

Tentunya menurut yang kita ketahui tentang perhitungan pajak pada pelaku pengusaha kecil atau yang biasa di sebut UMKM tentunya didasarkan pada jumlah peredaran bruto dari usaha yang dihasilkan dan diterima serta usaha tersebut juga sebelumnya sudah diurus persyaratan administrasinya salah satunya adalah pengurusan NPWP dengan Persyaratan yang diperlukan saat mendaftar NPWP bagi para pelaku bisnis UMKM antara lain Fotokopi Surat Keterangan Usaha (SKU), fotokopi KTP dan Fotokopi Kartu Keluarga, serta dilengkapi juga dengan cara melengkapi formulir pernyataan usaha ditandantangani dan dilengkapi materai Rp.6000, kemudian juga harus mengisi formulir pendaftaran NPWP dengan dilengkapi tanda tangan dari pemilik usaha.

Ketika pemilik usaha sudah menerima NPWP, tentunya kewajiban yang harus dipenuhi oleh pelaku pengusaha kecil yaitu wajib pajak usaha dan harus melakukan pembayaran serta pelaporan pajak untuk pembayaran dapat dilakukan di setiap bulan nya dengan memperhitungkan nilai omzet yang diperoleh pada bulan yang bersangkutan atau yang sedang dilaporkan, Kemudian omzet tersebut dikalikan dengan tarif 0,5 persen berdasarkan tariff terbaru yang dikeluarkan oleh pemerintah atau dalam hal ini DJP.

Dari keuntungan yang diberitahukan tidak perlu sama pada setiap bulannya, lantaran pada jumlah keuntungan tersebut selalu mengalami fluktuasi, dengan Pembayaran yang dibayarkan paling lambat pada tanggal 15 pada bulan berikutnya, karena hal ini dapat dilakukan agar saat akhir bulan para pelaku bisnis dapat memperhitungkan terlebih dahulu berapa keuntungan yang didapat pada bulan tersebut sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Tetapi jika usaha Anda tidak masuk kedalam persyaratan tersebut, maka Anda harus membayar Pajak Usaha Dagang dan tentunya tidak perlu bingung bagaimana cara mengurus pajak usaha kecil dan dagang serta pajak UMKM yang bisa dilakukan secara online.

Cara untuk mengurus pajak untuk pengusaha kecil secara online

Berikut inilah langkah untuk mengurus pajak untuk pengusaha kecil secara online yang benar;

  • Buka website DJP online untuk login
  • Masukan kata sandi, NPWP sera kode keamanan untuk login
  • Lalu klik untuk membuat spt, kemudian pilih ya untuk wajib pajak bagi pengusaha kecil
  • Kemudian klik e-form spt 1770 dan pilih tahun pajak lalu kirim permintaan
  • Kode e-form secara otomatis terunduh dank ode verifikasi akan di kirimkan melalui ponsel anda
  • Setelah itu download viewer pada halaman unduh formulir elektronik, lalu klik windows 24mb kemudian setelah proses unduh selesai install form viewer tersebut
  • Setelah itu siapkan dokumen e-form yang sudah diunduh dan daftar peredaran bruto selama setahun lalu buka dokumen e-form melalui program viewer lalu pilih pencatatan
  • Isi nominal harta yang dimiliki pada tahun pajak tersebut dilampiran 1770-IV bagian A
  • Isi nominal hutang yang dimilik tahun pajak tersebut dilampiran 1770-IV bagian B
  • Isi nama anggota keluarga dilampiran 1770-IV bagian C
  • Isi pph final, pada lampiran 1770-III, klik kolom pp 23, klik box pp 23 yang muncul diatas kemudian isi peredaran atau penjualan bruto setiap bulan sesuai dengan dokumen yang ada setelah selesai mengisi prederan bruto klik ya kemudian klik halaman berikutnya
  • Setelah klik halam berikutnya pada la piran I dan II kemudian akan masuk kehalaman induk 1770 dan isi status kewajiban pajak sesuai kondisi
  • Pada bagian halam B, pilih penghasilan tidak kena pajak sesuai dengan kondisi, setelah itu isi kolom tanggal lalu submit
  • Pada halaman berikut nya klik unggah lampiran dan pastikan berkas tidak lebih dari 40mb dan berbentuk pdf, kemudian buka ponsel anda dan salin kode verifikasi
  • Kembali lagi ke form viewer untuk menempelkan kode verifikasi dan klik submit serta klik yes pada kotak dialog yang muncul, kemudian tunggu proses submit sampai selesai hingga ada pemberitahuan submit berhasil
  • Bukti penerima mengurus pajak secara online akan di kirim melalui ponsel anda

 

dengan penjelasan di atas mengenai cara mengurus pajak bagi pengusaha kecil tentunya tidak ada alasan lagi untuk pelaku pengusaha kecil untuk mengeluh beban pajak tinggi, karena peranan pajak dan umkm sangat penting bagi pembangunan dan perekonomian nasional, tentunya setiap rupiah yang disetorkan wajib pajak akan masuk kas Negara dan akan digunakan untuk kegiatan produktif seperti pembangunan insfratruktur, kesehatan, anggaran pendidikan dan lainya, jadi segera manfaatkan tariff pph final yang sangat rendah 0,5% buat anda yang ingin berencana membuka usaha, jangan maju mundur karena takut bakal kena pajak, kan sudah dijamin untuk pengusaha kecil yang baru saja buka tidak akan dipungut pajak, jadi kamu bisa fokus mengembangkan bisnis dan apabila membutuhkan modal bisa mengajukan kredit tanpa angunan.

demikianlah mengenai cara mengurus pajak untuk pengusaha kecil yang dapat kami sampaikan kepada anda agar dapat mempermudah bagi para pelaku pengusaha besar maupun kecil untuk mengurus perpajakan secara online melalui aplikasi DJP online salah satu eleson yang dikeola di bawah kementrian keuangan Indonesia dengan tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang perpajakan dan semoga bermanfaat mengenai tentang pembahasan di atas sampai ketemu dipembahasan yang lain nya, mimin berharap kita semua selalu sehat selalu dan dilancarkan segala apa yang diinginkan. jangan lupa share artikel kami dan post di media sosial anda sekalian TERIMAKASIH.